^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2020-06-28 21:53:55 - Kelulusan PMDK Tahun 2020 <0> 2020-05-20 11:40:18 - Webinar IAID Ciamis <0> 2020-03-29 19:09:53 - Surat Edaran Rektor <0> 2019-12-26 11:35:24 - IAID Wisuda Lulusan Terbaik Program Sarjana dan Pascasarjana <0> 2019-11-20 08:21:58 - Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Terbaik I Se-Jabar Banten <0>
 

BERITA FOTO

2019-11-20 : Peringkat Terbaik I Se Wilayah II Jawa Barat dan Banten

Peringkat Terbaik I Se Wilayah II Jawa Barat dan Banten

Anda berada di: Depan > PRODI PAI IAID TERAKREDITASI A
PRODI PAI IAID TERAKREDITASI "A"
Diposting pada: 2019-03-05 08:57:24 | Hits : 826 | Kategori: Umum
 

Akreditasi Program Studi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) merupakan salah satu penjaminan mutu yang dilakukan oleh pihak ekternal.

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) setelah melakukan persiapan Reakreditasi yang cukup lama, akhirnya pada tanggal 17-19 Februari 2019 dilakukan Asesmen Lapangan oleh BAN-PT dengan Assesor yang ditugaskan Prof. Dr. H. Bahaking Rama, M.S. dari Universitas Alaudin Makassar, dan Prof. Dr. Tobroni, M.Si. dari Universitas Muhammadiyah Malang.

Berdasarkan keputusan BAN-PT No.: 310/SK/BAN-PT/Akred/S/III/2019 menyatakan bahwa Program Studi Pendidikan Agama Islam pada Program Sarjana Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat terakreditasi dengan Peringkat "A"

Bagi Alumni yang membutuhkan SK dan Sertifikat dapat diunduh di SINI

 

 

Posting Lainnya:

KOMENTAR

« Kembali

MUTIARA HADIST
Para Dukun Mendapat Informasi Dari Jin :
"Telah Mengabarkan Kepada Kami Ali Bin Abdillah Dari Hisyam Bin Yusuf Dari Ma'mar Dari Az-Zuhri Dari Urwah Bin Zubeir Dari Aisyah R.a. Berkata, "Orang-orang Bertanya Kepada Rasulullah SAW Tentang Para Dukun," Beliau Bersabda, "Tidak Ada Apa-apanya." Para Sahabat Bertanya, "Wahai Rasulullah, Mereka Kadang-kadang Bisa Menceritakan Sesuatu Yang Benar Kepada Kami. Maka Rasulullah SAW Bersabda, "Kalimat Tersebut Berasal Dari Kebenaran Yang Dicuri Oleh Jin, Kemudian Dibisikkan Ke Telinga Para Walinya (dukun). Maka Para Dukun Tersebut Mencampurkan Kalimat Yang Benar Tersebut Dengan Seratus Kedustaan."