^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2019-03-12 09:15:31 - Prodi PGMI Kembali Gelar Perlombaan Mading 3 Dimensi Antar SLTA Se-Priangan Timur <0> 2019-03-11 08:17:05 - Prodi dan Himpunan Mahasiswa PIAUD IAID Ciamis Gelar Workshop ALPIANI <0> 2019-03-05 08:59:28 - SELAMAT! PRODI PAI IAID TERAKREDITASI <0> 2019-03-05 08:57:24 - PRODI PAI IAID TERAKREDITASI "A" <0> 2019-02-07 12:38:56 - Pembukaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Fakultas Tarbiyah <0>
 

BERITA FOTO

2019-03-14 : Mahasiswa Fakultas Syari`ah Merayakan Kelulusan

Mahasiswi Fakultas Syari`ah Merayakan Kelulusan

2019-03-12 : Workshop ALPIANI

Ketua Prodi dan Narasumber

Anda berada di: Depan > TEORI DIALOGISME BAKHTIN DAN KONSEP KONSEP METODOLOGISNYA
Teori Dialogisme Bakhtin Dan Konsep-Konsep Metodologisnya
Diposting pada: 2017-10-20 13:42:04 | Hits : 508 | Kategori: Pendidikan
 

Oleh : Dr. H. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.

This paper discusses the theory advanced by Bakhtin about dialogism and methodological concepts. This theory to formulate the concept of human existence on the other, which is based on the idea that humans judge him from the viewpoint of others. Humans understand the moments of consciousness and take it into account through the eyes of others. According to this theory, the essence of human life is a dialogue. The Method of heteroglossia talks about signs in the universe of individuals because of the word "heteros" means "other" or different, while "glossia" means the tongue or language. In this method mentioned that people are saying needs to be heard, and the author also has the same rights that words need to be heard. A word is born from dialogue to address the problems of life. On the other hand, Bakhtin sees carnival method has spawned a new literary genre, the polyphonic novel. The polyphonic novel is a novel that is characterized by a plurality of voice or consciousness, and the voices or the overall awareness dialogical. Polyphonic essentially a "new theory of authorial viewpoint". Polyphonic appear in fiction when the position of the author freely allowed to interact with the characters. The characters in the novel are freely polyphonic appear to argue with each other and even with the author.

Full Text:

PDF

 

Posting Lainnya:

« Kembali

MUTIARA HADIST
Halal Dan Haram Itu Sudah JELAS :
Abu Abdillah Nu'man Bin Basyir Ra Berkata: Aku Mendengar Rasulullah SAW Bersabda, "Sesungguhnya Yang Halal Itu Telah Jelas Dan Yang Haram Pun Telah Jelas. Sedangkan Di Antaranya Ada Masalah Yang Samar-samar (syubhat) Yang Kebanyakan Manusia Tidak Mengetahui (hukum)-nya. Barangsiapa Menghindari Yang Samar-samar, Maka Ia Telah Membersihkan Agama Dan Kehormatannya. Barangsiapa Yang Jatuh Ke Dalam Yang Samar-samar, Maka Ia Telah Jatuh Ke Dalam Perkara Yang Haram. Seperti Penggembala Yang Berada Di Dekat Pagar (milik Orang Lain); Dikhawatirkan Ia Akan Masuk Ke Dalamnya. Ketahuilah Bahwa Setiap Raja Memiliki Pagar (aturan). Ketahuilah, Bahwa Pagar Allah Adalah Larangan-larangan-Nya. Ketahuilah, Bahwa Di Dalam Jasad Manusia Terdapat Segumpal Daging. Jika Ia Baik, Maka Baik Pula Seluruh Jasadnya; Dan Jika Ia Rusak, Maka Rusak Pula Seluruh Jasadnya. Ketahuilah Bahwa Segumpal Daging Itu Adalah Hati."