SEMINAR FILM INDIE

Selasa, 13 Oktober 2015 Badan Eksekutif  Mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam yang diketuai oleh Ahmad Kamal menyelenggarakan seminar yang spektakuler, yakni Seminar Film Indie dengan tema “Mengenal Lebih dalam Dunia Perfilman” dengan pemateri Bapak Abdul Halim, S.Sn. (Dehalim Shinobu). Seminar ini bertempat di ruang IAID B9-B10 dan dilaksanakan pada pukul 14.00 sampai dengan pukul 16.30. Seminar ini dimoderatori oleh Jajang Hidayat yang sering dipanggil Zam-Zam Al-Ghifari. Banyak peserta yang menghadiri seminar ini.

Film adalah serangkaian gambar bergerak. Film merupakan hal yang banyak ditonton sebagai hiburan bagi masyarakat. Film indie adalah film independent  yang bisa dilaksanakan dengan biaya yang lebih murah. Seindi-indinya film harus tetap punya pesan. Walaupun film indie, tetapi struktur atau pemainnya harus enak dilihat. Salah satu sutradara terbaik film indie adalah Akira Kuroshawa dari Jepang. Seminar  film ini dilaksanakan untuk yang pertama kalinya di Institut Agama Islam Darussalam. Seminar ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada para mahasiswa agar tahu bagaimana caranya membuat film, salah satunya film indie. Selanjutnya seteleh seminar ini BEM IAID akan membentuk komunitas film di Institut Agama Islam Darussalam untuk mewadahi mahasiswa yang berpotensi dalam dunia seni khususnya film. Karena dalam film termuat banyak seni. Ahmad Kamalpun mengatakan seperti itu. Karena ada seni suara, seni tari, seni vokal, dan lain-lain.

“Dalam pembuatan film konvensional ada tujuh hal penting yang harus diperhatikan”, ujar Pak Abdul Halim. Tujuh hal penting itu adalah

  1. Siapa tokoh utamanya?
  2. Apakah yang paling didambakan oleh tokoh utama?
  3. Apa yang menghalangi tokoh utama meraih apa yang diinginkannya?
  4. Bagaimana tokoh utama berhasil meraih apa yang dia cita-citakan dengan cara yang luar biasa, menarik dan unik?
  5. Apa maksud yang ingin disampaikan dengan mengakhiri cerita dengan cara tertentu?
  6. Bagaimana anda ingin menceritakan kisah film?
  7. Bagaimana tokoh-tokoh lain berubah di dalam film?

Film konvensional biasanya mengedepankan ketenaran seorang aktor atau aktris agar filmnya banyak ditonton dan diminati banyak orang. Sedangkan film indie aktor atau aktrisnya juga bisa orang biasa-biasa saja, tanpa harus mengedepankan ketenaran. Maka dari itu, Pak Abdul Halim menjelaskan bahwa ada empat ciri film konvensional, diantaranya yaitu:  

  1. Mindstream industri/ pesona sang bintang
  2. Plot/ alur 3 babak
  3. Struktur yang baku
  4. Mengikuti prinsip 7 besar film.

Diakhir acara para panitia dan sebagian peserta melaksanakan foto bersama pemateri. [AAH WASIAH (MAHASISWA PAI/V A]

 

 

KOMENTAR

Halal Dan Haram Itu Sudah JELAS

Abu Abdillah Nu'man Bin Basyir Ra Berkata: Aku Mendengar Rasulullah SAW Bersabda, "Sesungguhnya Yang Halal Itu Telah Jelas Dan Yang Haram Pun Telah Jelas. Sedangkan Di Antaranya Ada Masalah Yang Samar-samar (syubhat) Yang Kebanyakan Manusia Tidak Mengetahui (hukum)-nya. Barangsiapa Menghindari Yang Samar-samar, Maka Ia Telah Membersihkan Agama Dan Kehormatannya. Barangsiapa Yang Jatuh Ke Dalam Yang Samar-samar, Maka Ia Telah Jatuh Ke Dalam Perkara Yang Haram. Seperti Penggembala Yang Berada Di Dekat Pagar (milik Orang Lain); Dikhawatirkan Ia Akan Masuk Ke Dalamnya. Ketahuilah Bahwa Setiap Raja Memiliki Pagar (aturan). Ketahuilah, Bahwa Pagar Allah Adalah Larangan-larangan-Nya. Ketahuilah, Bahwa Di Dalam Jasad Manusia Terdapat Segumpal Daging. Jika Ia Baik, Maka Baik Pula Seluruh Jasadnya; Dan Jika Ia Rusak, Maka Rusak Pula Seluruh Jasadnya. Ketahuilah Bahwa Segumpal Daging Itu Adalah Hati."

TOP