^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2017-11-09 12:27:28 - Seminar Ekonomi dan Bisnis Islam : Membangun Entrepreneur di Era Millenial <0> 2017-10-09 12:50:31 - Matrikulasi Program Pascasarjana IAID Ciamis <0> 2017-10-02 09:57:03 - Peletakan Batu Pertama MASKAMP IAID Ciamis <0> 2017-10-02 09:18:36 - Hasil Seleksi Mahasiswa Baru Program S2 PPs IAID Tahun 2017/2018 <0> 2017-09-10 11:49:17 - TAMADA 2017 : Memanfaatkan Ilmu dengan Baik <0>
 

BERITA FOTO

2017-11-25 : Mahasiswa Prodi PGMI IAID Ciamis Raih Juara II dalam Lomba Menulis Mahasiswa Se Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta

Ani Nuraeni : Mahasiswa Prodi PGMI IAID Ciamis berhasil menjadi Juara II dalam Lomba Menulis Mahasiswa Se Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta, yang diselenggarakan oleh IMPI DKI Jakarta

2017-10-11 : Matrikulasi Pascasarjana IAID Ciamis, 7-8 Oktober 2017

Matrikulasi Pascasarjana IAID Ciamis, 7-8 Oktober 2017

Anda berada di: Depan > BELAJAR DARI SAPEN
Belajar Dari Sapen
Diposting pada: 2017-04-26 14:03:25 | Hits : 240 | Kategori: Internal
 

Rabu, 26 April 2017 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAID Ciamis melaksanakan kegiatan Studi  Lapangan ke SD Muhammadiyah Sapen, Yogyakarta.

Pada kegiatan tersebut, Dekan Fakultas Tarbiyah IAID Ciamis dan Kepala SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta melakukan penandatanganan MOU untuk memperkuat kerjasama dalam bidang Pelatihan Pembelajaran SD, Penelitian Pembelajaran SD, dan Peningkatan Penyelenggaraan Pendidikan Tingkat SD/MI.

Dr. Sumadi, M.Ag. adalah salah satu Dosen IAID yang ikut dalam kegiatan Studi Banding berbagi pengalaman saat berada di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta. Berikut tulisan khusus beliau untuk Sapen.

Ini adalah kunjungan saya yang kedua ke SD Muhammadiyah Sapen  Yogyakarta.Tentu banyak sekolah yang bagus di Indonesia.Tapi pada tulisan ini hanya khusus untuk Sapen.

Sapen sebagai salah satu sekolah di Indonesia jika dibandingkan dengan beberapa sekolah di Amerika yang saya kunjungi pada tahun 2008 tepatnya di negara bagian Hawaii dan Ohio, sekolah ini tidak kalah majunya.

Komposisi peserta didik terdiri dari 10 persen tidak mampu, 20 persen orang kaya, 70 persen yang menengah dan rata.Yang 10 persen gratis, 20 persen bayar lebih, 70 persen bayar rata-rata sama dengan yang lain.

Yang bayar nol rupiah melalui fit and proper test dari keadaan rumah, jumlah anggota keluarga, kendaraan yang dimiliki, dan penghasilan sehingga tidak salah sasaran. Yang 20 persen berbayar variatif 300 sampai dengan 650, yang 70 persen 150 sampai dengan 300 ribu rupiah rata-rata. Dengan model ini ada subsidi silang sebagai bentuk menghadirkan keadilan sosial.

SD Sapen tidak ada seleksi.Tetapi dengan placement yaitu penempatan sesuai dengan kempuannya. Implikasinya materi pembelajaran yang diberikan tidak salah. Pembelajaran disesuaikan dengan minat, bakat, dan keunikan peserta didik.

Teladan.Teladan menjadi core pendidikan di Sapen.Mendidik dengan teladan sebagai pendidikan karakter.Kepala sekolah datang paling awal 5.25 pagi.Kepala mengecek semua kesiapan sekolah.Kemudian disusul oleh para guru.Tidak ada guru yang datangnya terdahului oleh siswa.Saat siswa berdatangan ke sekolah yang diantar oleh para orang tuanya para guru menyambut datangnya peserta didik.Mirip serah terima dengan antara orang tua kepada gurunnya.Dengan proses itu para orang tua menjadi tenang atas kepastian dan keamanannya anaknya dalam menuntut ilmu.

Pada jam 13.00 para siswa mendapat kelas sesuai dengan bakat dan pilihanya. Ada kelas musik, kelas bulu tangkis, kelas volly, kerajinan dan lain-lain.Selain itu terdapat 52 ekstrakurikuler yang dilayani untuk para siswanya.

Para gurunya mendapat perhatian dan penghargaan.Semua guru mendapat jaminan kesehatan BPJS Nomor 1. Para guru setiap hari mendapatkan uang transpor dan makan.Tentunya berbagai tunjangan lain sehingga seluruh hidupnya para guru tercurah untuk Sapen.

Mendidik Panggilan Hati. Itulah dasar mendidik. Kode etiknya tidak boleh menyakiti dari mulai ucapan gerakan, dan seluruh perilaku. Mudah mudah banyak sekolah yang lebih bagus dari Sapen. Pendidikan Dasar yang berkualitas menjadi fondasi penting sebuah bangsa. Great Sapen!

 

 

 

Posting Lainnya:

KOMENTAR

« Kembali

MUTIARA HADIST
Para Dukun Mendapat Informasi Dari Jin :
"Telah Mengabarkan Kepada Kami Ali Bin Abdillah Dari Hisyam Bin Yusuf Dari Ma'mar Dari Az-Zuhri Dari Urwah Bin Zubeir Dari Aisyah R.a. Berkata, "Orang-orang Bertanya Kepada Rasulullah SAW Tentang Para Dukun," Beliau Bersabda, "Tidak Ada Apa-apanya." Para Sahabat Bertanya, "Wahai Rasulullah, Mereka Kadang-kadang Bisa Menceritakan Sesuatu Yang Benar Kepada Kami. Maka Rasulullah SAW Bersabda, "Kalimat Tersebut Berasal Dari Kebenaran Yang Dicuri Oleh Jin, Kemudian Dibisikkan Ke Telinga Para Walinya (dukun). Maka Para Dukun Tersebut Mencampurkan Kalimat Yang Benar Tersebut Dengan Seratus Kedustaan."