^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2018-01-01 09:17:12 - IAID Kembali Luluskan 321 Wisudawan <0> 2017-11-09 12:27:28 - Seminar Ekonomi dan Bisnis Islam : Membangun Entrepreneur di Era Millenial <0> 2017-10-09 12:50:31 - Matrikulasi Program Pascasarjana IAID Ciamis <0> 2017-10-02 09:57:03 - Peletakan Batu Pertama MASKAMP IAID Ciamis <0> 2017-10-02 09:18:36 - Hasil Seleksi Mahasiswa Baru Program S2 PPs IAID Tahun 2017/2018 <0>
 

BERITA FOTO

2018-02-09 : Ani Nuraeni Juara I Mendongeng pada Acara Musyawarah Wilayah Ikatan Mahasiswa PGMI Indonesia se wilayah Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta

Ani Nuraeni Juara I Mendongeng pada Acara Musyawarah Wilayah Ikatan Mahasiswa PGMI Indonesia se wilayah Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta

2018-01-04 : Workshop Supervisi PIAUD

Workshop supervisi PAUD

2018-01-04 : Wisuda 2017

Foto2 bersama keluarga

ARTIKEL

  • Teori Dialogisme Bakhtin dan Konsep-Konsep Metodologisnya

    This paper discusses the theory advanced by Bakhtin about dialogism and methodological concepts. This theory to formulate the concept of human existence on the other, which is based on the idea that humans judge him from the viewpoint of others. Huma ..

    2017-10-20 13:42:04 91 hits
Posting lainnya:

JAJAK PENDAPAT

Informasi akademik dalam situs IAID ini

Cukup Lengkap
Lengkap
Sangat Lengkap
Kurang Lengkap
Tidak Lengkap

Tampilkan Hasil Suara

Informasi akademik dalam situs IAID ini

Cukup Lengkap (51.2 %)

Lengkap (20.6 %)

Sangat Lengkap (19.4 %)

Kurang Lengkap (6.0 %)

Tidak Lengkap (2.9 %)

(418 Suara)

 
 

MUTIARA HADIST
Para Dukun Mendapat Informasi Dari Jin :
"Telah Mengabarkan Kepada Kami Ali Bin Abdillah Dari Hisyam Bin Yusuf Dari Ma'mar Dari Az-Zuhri Dari Urwah Bin Zubeir Dari Aisyah R.a. Berkata, "Orang-orang Bertanya Kepada Rasulullah SAW Tentang Para Dukun," Beliau Bersabda, "Tidak Ada Apa-apanya." Para Sahabat Bertanya, "Wahai Rasulullah, Mereka Kadang-kadang Bisa Menceritakan Sesuatu Yang Benar Kepada Kami. Maka Rasulullah SAW Bersabda, "Kalimat Tersebut Berasal Dari Kebenaran Yang Dicuri Oleh Jin, Kemudian Dibisikkan Ke Telinga Para Walinya (dukun). Maka Para Dukun Tersebut Mencampurkan Kalimat Yang Benar Tersebut Dengan Seratus Kedustaan."